Sunday, September 12, 2010

Cerita di balik " Lagu Kota Hujan " (Bogor Song icon)

Posted by The Music Maker's 9:02 PM, under |

Saat ini Bogor sudah mempunyai lagu yang diharapkan menjadi icon kota Bogor, yaitu Lagu Kota Hujan. Lagu ini diciptakan oleh Sigit Pramono, seorang musisi, composer dan arranger dari kota Bogor. Lagu Kota Hujan ini di buat dengan tema romantis dalam nuansa musik pop, dan disertai sedikit sentuhan etnik yang merupakan khas seni Sunda. Semangat harmonis dan kebersamaan terdapat pada materi lagu agar mudah di ingat dan di cerna oleh masyarakat luas sehingga bisa menjadikan Lagu Kota Hujan lebih popular, bahkan diterima di industri musik Indonesia.
Selain materi lagu kental dengan nuansa Bogor, Lagu Kota Hujan ini dinyanyikan oleh anak muda asli Bogor, Andy Lee dan Iput. Pada melodi gitar juga diisi oleh putra Bogor, Rio Sulaksmana. Jadi, dari pencipta, penyanyi, additional player maupun materi Lagu Kota Hujan ini kental sekali dengan nuansa Bogor.
Lagu Kota Hujan juga pernah diikutsertakan pada ajang Indonesian Song Festival Road To ASEAN. Sigit mengatakan tujuan Lagu Kota Hujan diikusertakan pada ajang tersebut adalah dia ingin karyanya yang bernuansa kota Bogor ini di dengar pada ajang ASEAN Song and Culture Festival, sehingga dapat menarik wisatawan-wisatawan mancanegara untuk mengunjungi kota Bogor. Karena seperti yang kita tahu Bogor memiliki banyak tempat wisata yang tidak kalah bagusnya dengan daerah lain.
Kini, kita dapat menikmati Lagu Kota Hujan berikut video klipnya yang berupa dokumentasi sisi dari kota Bogor. Lagu Kota Hujan bisa di unduh di beberapa website. Selain itu, RBT untuk Lagu Kota Hujan juga sudah dapat kita gunakan dan tersedia di semua operator selular.
Selamat menikmati ”Lagu Kota Hujan” dan selamat menikmati sejuknya kota Bogor...
“Lagu Kota Hujan”
Song & Music: Sigit Pramono
Vocal: Andy Lee & Iput
Lead Guitar: Rio Sulaksmana
Silakan play & download Mp3-nya:
Lagu Kota Hujan By Sigit Pramono by sigit pramono

Download Lagu Kota Hujan
atau video nya:
Video Lagu Kota Hujan at Youtube


Aktifin RBT-nya juga, caranya:
-TELKOMSEL: ketik RING ON 3612131 kirim ke 1212
-XL: ketik 10506114 kirim ke 1818
-INDOSAT: ketik SET 0629313 kirim ke 808
-ESIA: ketik RING 3612131 kirim ke 888
-FLEXI: ketik RING SUB 5612131 kirim ke 1212
-Mobile-8: ketik Ringgo Set 350336196 kirim ke 2525
-AXIS: ketik ON 3612131 kirim ke 333
-3(Three): ketik RBT 3612131 kirim ke1212
-CERIA: ketik RING ON 3612131 kirim ke 234

Industri Musik Indonesia Harus Berkarakter

Posted by The Music Maker's 4:37 PM, under |

Dunia Musik Saat ini begitu cepat berkembang dengan kemasan nya yang berbagai Konsep, berbagai aliran, berbagai nuansa, berbagai bentuk dan macam sehingga minat masyarakat kusus nya di Indonesia untuk menikmati musik mulai ada semacam peningkatan wawasan dan pengetahuan. Ini menunjukan bahwa musik adalah sesuatu yang Universal yang bisa di nikmati dan diminati oleh siapa pun dan dari kalangan manapun.

Di Indonesia sendiri begitu banyak group musik, solois, atau artis – artis yang berusaha untuk menunjukan karakter nya dalam membawakan pesan lagu dengan berbagai cara, Ada yang meniru gaya artis luar negeri, ada yang berusaha konsisten dengan idealisme nya dalam bermusik, ada yang benar – benar menunujukan sebuah kualitas dalam karya nya, bahkan ada yang memaksakan mengikuti tren yang sedang berkembang padahal sebenarnya dia sendiri tidak cocok untuk memerankannya walaupun musik dan lagu yang di bawakan sama sekali tidak mendidik dan tidak membawa bobot yang menuju kepada perkembangan dalam bermusik, hal ini tentu menimbulkan tanggapan, persepsi dan sudut pandang yang berbeda-beda untuk merespon nya.

Saat ini di Indonesia bisa di katakan baru sedikit musisi atau artis yang menunjukan sebuah ciri khas dari kelompoknya atau diri nya sendiri, apalagi sambil membawa ciri khas nuansa musik dari kultur dan budaya yang ada di Indonesia. Hal ini bisa di katakan wajar karena rata-rata mereka takut kehilangan pasar atau mungkin bisa jadi karena kemampuan seorang musisi tadi yang terbatas dalam berkreasi, namun jika kita bisa menunjukan sebuah karakter bermusik yang kuat sebagai ciri khas, dan mempertahankan kultur Indonesia, mengapa kita tidak menggabungkannya dan kita kemas agar musik yang kita bawakan pun termasuk dalam selera pasar yang ada. Artinya ini sebuah peningkatan dalam industri musik di Indonesia.

By Sigit Pramono

Saturday, September 11, 2010

10 Alasan Mengapa Banyak Band Gagal

Posted by The Music Maker's 5:00 PM, under |

Oleh: Jeffrey A. Macak (President, JMI Publications, USA)
1. Mereka tidak memiliki tujuan
Jika Anda tidak memiliki tujuan dalam mengembangkan karier, bagaimana Anda bisa mendeteksi sebuah kemajuan? Bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas. Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.
2. Mereka tidak memiliki perangkat menuju kesuksesan
Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah "proses" untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi asset yang sangat berharga. Bagian dari "proses" yang di maksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan "perangkat" khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik! Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional.
PRESS KIT/PROMO PACK
  • Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band
    Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)
  • Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis,
    termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang
    mereka kerjakan, dan sebagainya.)
  • Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan
    oleh sang artis, milik sendiri atau cover)
  • Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis
    yang termuat dalam demo mereka.
  • Foto artis.
  • "Write-ups." (Berbagai kisah menarik atau resensi yang
    ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan
    tentang mereka di radio maupun televisi.)
MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Anda adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan Anda (sang artis). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.



DAFTAR TARGET MEDIA
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan- penerbitan industri musik, majalah-majalah, suratkabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya
memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat "perhatian" untuk dikontrak label rekaman.
Pernahkah Anda mendengar orang berkata, "saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka." Nah, Anda harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu "tampil" sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band Anda maka dijamin band Anda akan tampil di banyak
tempat!
Manfaatkan penggunaan media dengan memasang iklan atau beriklan secara gratis, sebarkan rilis pers, write-ups dan resensi, dan kalau bisa usahakan tampil di radio dan juga televisi juga.
3. Mereka tidak memiliki seseorang untuk memandu karier
Salah satu tanggungjawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing.
Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer. Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena "teman-teman" ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah.
Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman- teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.
4. Mereka menunggu untuk ditemukan
Jika Anda "menunggu untuk ditemukan," saya punya satu pertanyaan sederhana...
"APA YANG SEBENARNYA YANG KAMU TUNGGU?"
Ini seperti berkata, "Saya sedang menunggu sukses!" Jelas tidak masuk akal! Apa yang dimaksud oleh musisi-musisi ini ketika mereka bilang tengah menunggu untuk ditemukan sebenarnya adalah: "Saya sudah mentok karena benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi!" Tidak ada yang perlu ditunggu-tunggu, mulai lakukan sesuatu, SEKARANG!
Demand discovery, never wait for it!
5. Mereka kurang berdedikasi
Banyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Itulah dedikasi! Itulah kegigihan! Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Anda tentu tidak perlu tampil 10 tahun lamanya sebelum "keajaiban" terjadi, namun, bila Anda memiliki dedikasi untuk mengarungi suka- duka dan sukses menghalau segala rintangan yang manghalang, agaknya Anda sudah semakin dekat dengan "keajaiban" tersebut.
6. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan
Oke, berikut ini adalah; "3 Rahasia Besar untuk menjadi Sorang Musisi Profesional dan Mendapatkan Kontrak Rekaman!"
  • Asah terus bakat Anda! Latihan, latihan, latihan!
  • Didiklah diri Anda dengan berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau Anda mengerti semuanya, cari tahu! Jika Anda berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Anda benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah Anda tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang Anda bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri Anda sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar!
  • Promosi, promosi, promosi! Mungkin Anda adalah musisi terhebat atau penyanyi paling sensasional yang pernah ada di planet ini, tapi kalau tanpa di dukung promosi, siapa yang tahu?
7. Mereka lebih banyak punya alasan mengapa mereka tidak bisa dibandingkan mereka bisa!
Banyak musisi yang belum apa-apa sudah memasang banyak penghalang di benak mereka. Hal ini malah membuat mereka jauh dari kesuksesan. Jangan biarkan kekurangan PD merongrong bakat atau karier musik yang telah Anda impi-impikan sejak lama. Ego yang sehat malah dibutuhkan dalam bisnis musik. (seorang ego-maniak tidak mendapat tempat di sini!)
8. Mereka tidak memiliki komitmen jangka panjang
Jika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi "beneran" selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan
kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!
9. Mereka tidak serius
Jika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi professional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara professional pula!
10. Mereka tidak berbakat sama sekali
Salah satu alasan terbesar mengapa begitu sulit untuk menembus bisnis musik adalah karena bisnis ini merupakan bisnis yang kompleks. Semua orang kebelet menjadi bintang. Apa yang membuatnya semakin sulit ditembus ternyata karena makin banyak lahir musisi jadi-jadian yang merusak kesempatan bagi musisi-musisi berbakat! Label-label rekaman dibombardir dengan demo-demo "sampah" yang sangat jauh dari standar industri musik. Tidak heran makanya demo-demo ini kemudian langsung berakhir di keranjang sampah walau belum sempat dibuka sama sekali! Ini artinya bagi musisi professional, orang tersebut harus menunggu sampai bagian A&R dari label-label rekaman tersebut selesai menyortir satu-persatu ribuan "sampah" tersebut sebelum akhirnya benar-benar dibuka dan disimak oleh mereka.

Thursday, September 9, 2010

Sample My Project G3 Attitude(cover) & TIPS Sequencing & Arranging Untuk Pemula Manfaatkan Pitchbend dan modulation untuk editing Gitar

Posted by The Music Maker's 4:50 PM, under |

 Sharing Untuk  Belajar Music Production,.
kali ini saya mau sedikit share musik metal ( G3 Cover -The Attitude ) buatan saya kebetulan lagu ini di gunakan untuk keperluan Festival Guitar & Drum (Lomba) jadi nanti nya untuk peserta musik yang di butuhkan yaitu minus Guitar dan Minus Drum,...
awalnya sih saya agak ragu untuk bikin musik kayak beginian,.. :unsure: ( secara gw bukan jago gitar,..) :unsure:
but mengingat tidak ada rotan akar pun jadi,..nah jangan kalah sama keadaan harus berani dan manfaatkan apa yg ada dgn maximal,.. :lol:
awalnya saya di kasih sample lagu (rekaman Live The Attitude G3 yang dimainkan Joe Satriani, Steve Vai dan lee Ritenour ,.. :D :suka: :lol: ,..(Nah kebayangkan? Main live pasti susah ditebak tempo dan notasi nya apalagi dari segi colorize, humanize dan artikulasi nada untuk di bikin duplikat nya ) :( :unsure: :blink: :o
sering saya memperhatikan banyak arranger pemula yang sharing lagu nya kepada saya dimana gitar nya itu menggunakan Vsti,..tapi kebanyakan dari hasilnya sepertinya tidak humanize atau terkesan sperti robot padahal lagu dan musik yang lain nya sudah oke ;) ,..sering kali gitar adalah kendala utama untuk para pengguna Vsti, :shy: padahal ada beberapa trik atau cara untuk memaksimalkan virtual instrument yg kita gunakan salah satu nya memanfaatkan Pitcbend dan modulation pada keyboard editor di cubase or nuendo,.. :lol: asal mau sedikit kritis dan usaha supaya terkesan tidak robotic, lama sedikit gk papa yg penting hasil maximal,.. ;) ;) ;)
ini ada sample Musik yg baru saya kerjakan monggo di dengarkan (Semua sound nya Vsti)
G3 The Attitude (Cover) Music Made By Sigit Pramono
  TheAttitude(G3 Cover)By Sigit Pramono mp3 by sigit pramono
dan lagu nya bisa di download di sini
gunakan pitchbend pada keyboard editing di cubase,..memang hal ini cukup menyita waktu dan sedikit butuh telinga yang peka..apa lagi kalo data midi gitar nya banyak dan membutuhkan sentuhan bending yang humanize

Gunakan modulation di keyboard editor cubase or nuendo,..pada umumnya modulation ini untuk menambahkan kesan vibrasi pada data midi yang ada,..manfaatkan modulation ini pada notasi midi yang panjang,..kalo notasi midi yang pendek dan saling menyambung biasa nya jarang di gunakan karena terkadang suara Vsti jadi gk karuan not nya (tergantung jenis vsti yang kita gunakan),..

Selamat Mencoba dan dan selamat berkarya,..!
Salam,
Sigit Pramono